Monday, 28 August 2006

Paket Irwandi-Nazar Dideklarasikan

Serambi Indonesia
Senin, 28 Agustus, 2006BANDA ACEH:
Pasangan Irwandi Yusuf-Muhammad Nazar yang maju dalam bursa Pilkada melalui jalur independen, Minggu (27/8) kemarin, mendeklarasikan keikutsertaan mereka sebagai calon gubernur/wakil gubernur (Cagub/Cawagub) dalam arena Pilkada NAD, yang dijadwalkan akan berlangsung pada 11 Desember 2006. Pasangan Irwandi-M Nazar ialah paket Cagub/Cawagub NAD yang dideklarasikan setelah pasangan Ahmad Humam Hamid-Hasbi Abdullah (PPP), Ibrahim Hasyim-Cut Idawani (Independen), Azwar Abubakar-M Nasir Djamil (koalisi PAN-PKS), dan pasangan Ghazali Abbas Adan-Shalahuddin Alfata yang mendeklarasikan tekadnya melalui jalur independen, pada Kamis (17/8) lalu.
Pasangan Irwandi-Nazar, seperti dalam keterangan pers yang disampaikan Juru Bicara Komisi Peralihan Aceh (KPA), Sabtu (26/8) lalu di Kantor KPA, merupakan calon di jalur independen yang mendapat restu dan dukungan penuh dari GAM dan seluruh komponennya. Deklarasi pasangan Irwandi-M Nazar berlangsung di halaman Kantor Komisi Peralihan Aceh (KPA), Lamdingin, Banda Aceh, Sabtu kemarin, dihadiri sejumlah mantan panglima GAM, panglima muda, mantan gubernur, wakil gubernur GAM dari beberapa wilayah, kalangan ulama serta beberapa anggota majelis GAM seperti Amni bin Ahmad Marzuki dan Tgk Muksalmina. Sementara Ketua KPA, Muzakir Manaf tidak terlihat dalam deklarasi tersebut. Selain dihadiri berbagai unsur di tubuh GAM, dalam kesempatan tersebut hadir pula Ketua DPRD NAD, Sayed Fuad Zakaria, Sulaiman Abda dan terlihat juga pasangan Tamlicha Ali-Mukhlis Muchtar yang turut serta meramaikan bursa Pilkada hasil koalisi Partai Demokarat dan Partai Bintang Reformasi (PBR). Selain para kandidat calon yang akan bertarung di Pilkada nanti, pada deklarasi pasangan Irwandi-Nazar, kemarin, terlihat pula Ketua Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Drs T Saiful Ahmad B.Mu.E dan T Rayuan Sukma, Wakadispora NAD. Naskah deklarasi pasangan Irwandi-Nazar dibacakan langsung oleh Juru Bicara KPA, Sofyan Dawood yang naik ke panggung bersama sejumlah petinggi dan mantan panglima GAM.
Dalam naskah yang dibacakan Sofyan Dawood tersebut, dikatakan bahwa setelah melihat dan mendengar aspirasi rakyat Aceh, serta dorongan dari berbagai pihak yang setuju dengan perdamaian, maka rakyat Aceh menghendaki personil GAM dan Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) untuk maju di Pilkada. “Kami mendeklarasikan secara resmi bahwa Drh Irwandi Yusuf MSc dari GAM dan Muhammad Nazar dari SIRA sebagai calon kepala dan wakil kepala pemerintahan Aceh yang ikut secara independen,” kata Sofyan Dawood membacakan naskah deklarasi tersebut yang disambut tepuk tangan meriah tamu undangan yang didominasi para mantan TNA, panglima, dan mantan gubernur GAM. Naskah deklarasi tersebut juga disetujui oleh anggota Majelis GAM dan sedikitnya sepuluh ketua KPA berbagai wilayah. Pasangan Irwandi-Nazar tersebut dalam deklarasi kemarin secara resmi diberi nama Pasangan Perjuangan dan Perdamaian. Direstui petinggi GAMSementara itu, selain mendapat restu dan dukungan penuh dari para petinggi GAM seperti disampaikan Sofyan Dawood sebelum pembacaan naskah deklarasi tersebut, dalam pernyataan resmi yang dibagikan kepada wartawan, Juru Bicara GAM Bakhtiar Abdullah atas nama pribadi mendukung sepenuhnya pasangan Irwandi-Nazar yang akan bertarung dalam Pilkada mendatang.
Dalam surat yang ditandatangani langsung oleh Bakhtiar Abdullah itu disebutkan, meski dalam rapat Sigom Donya secara organisasi GAM tidak ikut Pilkada, tetapi mempersilakan anggota GAM untuk maju di Pilkada. “Saya yakin bahwa kedua calon ini mampu berjuang, demi kepentingan masa depan Aceh dalam proses demokrasi,” kata Bakhtiar seperti tertulis dalam surat pernyataannya. Dalam sambutannya pada acara deklarasi tersebut, Irwandi Yusuf berbicara panjang lebar soal pembangunan Aceh ke depan. Hal-hal yang disinggung Irwandi diantaranya soal pendidikan, kesejahteraan, ekonomi, sumber daya alam Aceh, serta adat istiadat Aceh dan Agama. Setelah orasi politik yang disampaikan Irwandi, Muhammad Nazar juga berkesempatan memberikan orasi politiknya seputar perdamaian dan keadilan di Aceh. Pendeklarasian pasangan Irwandi-Nazar, Minggu kemarin seperti diperkirakan berbagai kalangan, dipastikan akan membawa perubahan besar dalam perebutan suara di kalangan simpatisan GAM. Lebih dari itu, secara resmi pihak KPA dalam konferesni pers, Sabtu (26/8) lalu mengharapkan seluruh mantan anggota GAM untuk memberikan dukungan penuh terhadap Irwandi-Nazar. Namun, kehadiran Hasbi Abdullah sebagai tokoh GAM yang digandeng Ahmad Humam Hamid yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tetap mempunyai pengaruh kuat, terutama di kalangan GAM generasi tua. Hasbi Abdullah sendiri ialah adik dari tokoh GAM yang bermukim di Swedia, Zaini Abdullah. Pasangan lain yang juga memiliki peluang memperoleh suara dari simpatisan GAM adalah, Ghazali Abbas Adan-Shalahuddin Alfata yang sudah mendeklarasikan tekadnya untuk maju melalui jalur independen, Kamis (17/8) lalu. Pasangan calon ini pun kemungkinan mendapat dukungan dari simpatisan GAM sangat beralasan. Karena Ghazali Abbas dan Shalahuddin termasuk orang yang dekat dengan kalangan GAM.
JPPR siap fasilitasi kandidat GAM
Sementara itu Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) dalam siaran persnya yang diterima Serambi, Minggu (27/8) menyatakan kesiapannya memfasilitasi calon kandidat dari GAM guna mensosialisasikan progran-programnya. Disebutkan Rini, Juru Bicara JPPR, pihaknya akan mengundang kandidat pasangan Irwandi-Nazar yang didukung penuh oleh GAM dan calon independen lainnya serta calon yang diusung partai politik dalam acara debat kandidat. Penanggung jawab debat kandidat JPPR, Sarwati Sofyan mengatakan, JPPR siap memfasilitasi semua calon kepala daerah yang akan berkontestasi dalam Pilkada di Aceh dengan menyelenggarakan debat kandidat dan sosialisasi visi dan program para calon. Untuk kegiatan tersebut, JPPR menurut Rini telah menempatkan sebanyak 6.482 relawan di 3.166 gampong yang siap memfasilitasi para calon untuk menyebarkan visi dan programnya kepada masyarakat luas.
Sementara itu, Manager Pemantau JPPR, Lukman Budiman mengatakan tingkat partisipasi masyarakat akan cenderung meningkat, mengingat aneka ragamnya keterwakilan masyarakat dalam Pilkada. Namun, dikatakan Lukman Budiman, hal tersebut bisa saja menjadi bumerang bagi penyelenggara Pilkada, khususnya Komite Independen Pemilihan (KIP) jika persiapannya kurang matang. “Tensi masyarakat akan lebih tinggi lagi jika warga yang mendukung kandidat tertentu tidak terdata dan tidak mencoblos,” katanya. Karenanya, JPPR mengingatkan kepada seluruh warga dan penyelenggara Pilkada di Aceh untuk proaktif memantau dan melakukan perbaikan terhadap pelaksanaan Pilkada, termasuk pendataan pemilih.

No comments: