
Pilkada Banten
Daerah Perbatasan Rawan Mobilisasi Penduduk
Jakarta, Kompas - Para penduduk di beberapa wilayah di Provinsi Banten yang berbatasan dengan daerah lain bisa digunakan oleh kandidat untuk dimobilisasi menjadi pemilih dalam pilkada Banten. Mereka punya kesamaan budaya sehingga sulit dibedakan apakah mereka penduduk Banten atau wilayah lain.
Manajer Pemantauan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Lukman Budiman Tadjo, Sabtu (4/11), mengatakan, titik rawan itu berada di daerah perbatasan Pamulang (Tangerang) dengan Cinere (Depok), daerah Kecamatan Parung Panjang (Bogor) dan Maja (Lebak) dengan Tiga Raksa (Tangerang), serta daerah di sekitar Kecamatan Cianten Cibadak (Sukabumi) dengan Cibeber (Kabupaten Lebak).
Wilayah Pamulang dan Tiga Raksa, menurut Lukman, merupakan daerah yang padat penduduknya dan dalam keseharian memiliki budaya yang sama dengan wilayah tetangga sehingga kadang mengaburkan administrasi. JPPR melihat wilayah ini mudah dimobilisasi. Misalnya, penduduk yang baru enam bulan tinggal bisa didaftarkan dalam daftar pemilih tetap (DPT) karena mereka saling mengenal.
Sementara itu, wilayah Halimun, kata Lukman, tepatnya di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, merupakan daerah yang sangat sulit diakses sehingga tingkat pengawasan terhadap mobilisasi cenderung lebih longgar. Karena itulah, ujar Lukman, sosialisasi daftar pemilih sementara (DPS) dan DPT menjadi penting. "Kalau bisa, jangan hanya diumumkan di kelurahan, tetapi juga di ruang-ruang kultural masyarakat seperti tempat ibadah atau pos kamling," katanya.
Selain itu, juga perlu aturan yang tegas di seluruh wilayah jika sampai hari H pemungutan suara ada warga yang belum mendapatkan kartu pemilih. Hal ini, ujar Lukman, untuk menghindari gerakan warga yang tidak dikenal yang mencoba ikut mencoblos. "Apalagi JPPR menemukan kebijakan berbeda-beda di tingkat desa/kelurahan (PPS) dalam menyikapi persoalan warga yang belum terdaftar," katanya

No comments:
Post a Comment