
Disebuah "Padepokan SUfi (red:PS)" terdapatlah murid yang sangat cerdas tetapi selalu penasaran terhadap hal-hal yang membuatnya lebih merasa berarti. 3 tahun ia berguru pada gurunya yang namanya seantero jagad pada masanya sangat terkenal. Namun yang dikenalnya bukan nama Aslinya tetapi nama gelarnya. Saking terkenalnya nama tersebut untuk menyebut namanya saja orang-orang terasa berat menyebutkan saking berwibawanya nama tersebut. Sebutlah sufi itu adalah "Sufi Gunung" karena memenag keberadaannya jauh dari kota dan berada di kaki gunung.
Rasa penasaran Murid yang bandel dan sekaligus pintar ini seolah-olah dia telah menyerap seluruh ilmu gurunya. Maklumlah usianya masih muda dan dia sangat menyukai tantangan dan sesuatu yang belum ia pelajari. Biasanya Untuk menghadap Sufi Gunung (biasa disingkat SG) diperlukan keberanian tersendiri karena SG akan bertanya banyak seputar ilmu yang murid-murid mereka telah pelajari. Namun murid yang bandel ini tetap saja penasaran dan mrasa itu mengalahkan rasa 'takutnya untuk bertemu sang guru.
Singkat cerita si Murid sudah berada di depan SG. "Saya menghadap untuk menanyakan sesuatu bukan untuk ditanya". Kata Muridnya Lukman .Mendengarkan perkataan tersebut dari seorang murid yang "lancang" SG balik bertanya. "tetap saja kamu harus menjawab pertanyaan-pertanyaan saya seputar ilmu yang telah kamu pelajai di gunung ini" Maka satu persatu pertanyaan ditanyakan kepada Lukman dan semuanya di jawab dengan baik. Hingga tibalah giliran murid bertanya."Wahai sang guru ilmu apalagi yang lebih besar dari ilmu yang telah saya pelajari dari guruku tercinta Sufi Gunung". SG balik bertanya"mengapa kamu menanyakan hal tersebut dan apa yg hendak kamu cari?".Saya memnginginkan ilmu yang lebih yang telah saya cari. Maka SG menjawab pergilahkamu ke daerah kota Pondok Idaman (PI) disana kamu akan menemukannya.
Singkat kata Lukman setelah melewati hambatan naik turun, terik matahari dan hempasan angin malam. dan masuklah Lukman di kota PI. Namun yang dijumpainya adalah sebuah pemandangan yang sangat berbeda dari dugaan sebelumnya. Disana terlihat banyak Wanita Cantik yang mulus-mulus dengan beraneka macam perawakan, ada yang berkerudung dan menggunakan rokmini. Disamping wanita cantik dengan begitu seksi, bagunan-bangunan juga serba bagus-bagus mewah tidak seperti di gunung. Diruangan lain nampak makanan yang begitu lezat sehingga air liur si murid tak tertahankan. Belum habis pandangannya kini matanya melihat setumpuk berlian dan uang yang bergeletak begitu saja. Melihat itu semua si Murid kembali ke Gunung dan berguman....hmmm baru kali ini SG melakukan kesalahan menyuruh saya datang ke tempat yang salah. Akhirnya setelah tiba di PS si Murid menyampaikan temuannya. "Sepertinya saya tidakmenemukan sesuatu disana, sepertinya SG salah menyampaikan alamat" guman sang murid. Mendengar kata muridnya SG kembali bertanya apa yang kamu lihat tidak perlu kamu sampaikan, cukup kamu sampaikan dengan siapa kamu berbicara dan bertemu orang disana. "Dengan siapa kamu bertemu disana......" kata SG. "Saya bertemu dengan seorang laki-laki sepertinya dia pemilik PI itu bajunya kaos oblong, memakai sandal dan begitu santai terlihat" kata muridnya. "Oh itu lah orang yang memiliki ilmu besar meskipun terlihat sangat sederhana"kata SG. "Orang itulah yang saya Pangiggil SUFI BESAR (SB)"kata SG.
Mendengar perkataan SG Lukman semakin Pusing dan balik Bertanya"Apa yang menyebabkan SB merupakan ilmu yang tinggi dibandingkan ilmu yang saya pelajari?" Ungkap murid. SG balik bertanya " Apa yang kamu rasakan pada saat kamu disana?". saya merasakan sesuatu yang berbeda.......sang guru.., Jantung saya rasanya berdetak kencang ketika saya melihat wanita yang begitu cantik dan mulus berada disamping saya. rasa-rasanya tangan ini ingin meraba kulit yang begitu ranum dan mulus disertai dengan kecantikan yang luar biasa" kata lukman. "Apa lagi yang engkau rasakan wahai muridku"kata SG. "Saya merasakan keinginan yang besar untuk memiliki bangunan mewah itu dan mengambil uang dan berlian yang berada disana" kata lukman. SG bertanya "Berapa lama kamu disana?".
"30 menit jawab" Lukman. bukan sebuah waktu yang lama...
Akhirnya SG menjelaskan bahwa SB itu adalah sufi yang lebih tinggi dari SG karena SB memiliki kesempatan untuk melakukan hal-hal yang diluar aturannya, namun dari sekian lama dia disana SB tidak bergeming samasekali dengan godaan-godaan itu. Seandainya saya sendiripun disana mungkin saya tidak akan tahan akan perempuan yang cantik, harta yang banyak. "Kamu sendiri telah merasakannyameski hanya 30 menit" ungkap SG.
Karena itu belajarlah dari SB menegenai kehidupan lain, kerendahan hati, konsistensi, komitmen dan bagaimana berusaha secara jujur untuk memperoleh keuntungan dari dia kamu akan melihat banyak dunia . SB ini merupakan contoh yang patut kita serap ilmunya guna masa depan kamu "Ungkap SG.
LB.Tadjo

4 comments:
Kisah yang sangat menarik.
OK....Saudaraku, kami bersama teman-teman di Pinrang akan mengusahakan Saudaraku yang tercinta ini bisa mencapai cita2x.
Kapanki ke Pinrang lagi cappo.
Dari Hasanuddin Sjam
Salam kangen dari teman2 di Pinrang.
Selamat berjuang semoga sukses jadi Senator dari Wanua Sawitto.
Ewaki cappo...
Salam buat Adik Ipar dan Si Kecil Caesaran Raja Dalle.
Dari Hasanuddin Sjam sekeluarga di Pinrang
pap, ceritanya bagus
cuma seperti biasa, kamu sangat tidak detail (dan aku sangat detail ;)). Aku terganggu dengan perubahan antara "sang murid" dan "lukman". Biar tidak menganggu alur harusnya kamu konsisten nulis sebagai sang murid atau lukman,atau sekalian dijelaskan, sang murid yang bernama Lukman. jadi nama Lukman-nya gak muncul di tengah2.
Ok, keep on spirit..
nulis tulis, membaca terus...
terimakasih atas supportnya...... Syam thanks yachhh sukses selalu
Post a Comment